1. Kesulitan dalam menggunakan forum hubungi email admin@wargajogja.com atau wargayogyakarta@gmail.com
    Tutup Pemberitahuan

Share Uji Coba Pengalihan Jalan Direncanakan Akhir November Mendatang

Diskusi di 'Lingkungan' dimulai oleh Rangga Zidane, 8 Nov 2018 pada 15:09.

  1. Rangga Zidane

    Rangga Zidane New Member

    Uji Coba Pengalihan Jalan Direncanakan Akhir November Mendatang

    YOGYA - Dinas Perhubungan DIY akan melaksanakan survei lapangan terkait pengalihan jalan untuk semi pedestrian Malioboro, Kamis (8/11/2018)

    Untuk uji coba pengalihan arus lalu lintas ini direncanakan akan dilaksanakan pada akhir November mendatang.

    Kami (Dishub) bersama dengan kepolisian (Satlantas) akan melaksanakan survei. Kami akan petakan juga di lapangan seperti,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo.

    Survei ini, kata dia merupakan tahapan dari rencana rekayasa lalu lintas dan perubahannya untuk mendukung konsep semi pedestrian Malioboro.

    Setelah melaksanakan survei, tahapan selanjutnya adalah penyiapan rambu-rambu lalu lintas.

    Usai menyiapkan rambu-rambu lalu lintas dan pendukung pengalihan arus lalu lintas ini, akan ada penertiban.

    Penertiban ini salah satunya adalah meniadakan parkir di sirip jalan atau pinggir jalan.

    Hal ini perlu ditertibkan karena berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

    Untuk penertiban kantong parkir utamanya di jalan Suryotaman, Mataram, Jogonegaran.

    Di kawasan tersebut, papar Sigit merupakan daerah yang banyak parkir pinggir jalan.

    Selain itu, ada beberapa masukan untuk jalur dibuat dua arah, sehingga perlu disurvei.

    Sigit kembali menegaskan, konsep semi pedestrian berarti kendaraan bermotor tidak boleh masuk.

    Kecuali tamu, kendaraan wisata, dan kendaran lain yang berizin.

    Jika semua tahapan dan persiapan ini bisa selesai dalam bulan ini hingga akhir November maka akan cepat dilaksanakan.

    Kesiapan yang paling vital, kata dia diantaranya adalah kesiapan rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk jalan.

    Termasuk, jika jalur dari RS PKU Muhammadiyan ke utara ditutup, maka harus ada alternatif jalur untuk pengalihan arus kendaraan.

    “Ada beberapa usulan menjadi dua arah diantaranya adalaj Jalan Senopati, Jalan KH Ahmad Dahlan,” katanya.

    Termasuk, jalan Pasar Kembang (Sarkem) dan Abu Bakar Ali bisa menjadi dua arah.

    Sehingga, kendaraan dari arah barat bisa langsung parkir ke Abu Bakar Ali, namun pihaknya masih akan melihat apakah bus bisa lewat jika dibuat dua arah.

    “Maka ini harus disurvei,” ujarnya.

    Kondisi jalan dengan lebar enam meter ini pun nantinya perlu manajemen lalu lintas.

    Pihaknya akan melakukan kajian dari uji coba yang akan dilaksanakan, untuk membuka tutup jalan atau mengalihkan arus lalu lintas.
     
  2. Darooments

    Darooments New Member

    Dipastikan pengangguran banyak. Jasa Parkir banyak yang gulung tikar.
     

Bagikan Halaman Ini