• Hubungi kami, klik

Turun temurun jamu tradisional dari tahun 2006

DCF5BF01-16FD-4245-B689-61D4BDFC0C0B.jpeg



Ibu Ariyati adalah seorang penjual jamu tradisional yang tinggal di Kalirandu RT.05 Bangunjiwo,Kasihan,Bantul. Tetapi ibu Ariyati mempunyai warung kecil lumayan jauh dari rumahnya yang berada di PelemsewuRT.06 Panggungharjo,Sewon,Bantul,Yogyakarta.
Ibu Ariyati ini dulu awal mula berjualan jamu itu karena sudah kayak turun temurun dari neneknya, berjualan jamu tradisisonal ini sudah sejak tahun 2006. Ibu Ari ini menjual berbagai jamu tradisional seperti jamu beras kencur,kunir asem,pegel linu,galian putri,dan kencur sunti,kencur sunti ini manfaatnya untuk agar tidak mudah masuk angin.
Namun pada awal corona jamu tradisional ini sangat meningkat karena ibu ariyati berjualan online,Tetapi waktu sudah mendekati atau saat melunjaaknya corona ini jualannya menurun karena orang-orang sudah pada takut keluar.
Ibu ari ini berjualanya lumayan jauh dari rumahnya namun semangatnya sangat luar biasa,berjualanya itu ibu ini memakai gelas atau tempurung kelapa dan harganya pun sangat murah dari RP.7000 per gelasnya itu hanya yang biasa seperti beras kencur dan kunir asem tetapi kalau memakai telur bebek harganya berbeda. Perharinya pun bisa menjual kurang lebih 50 gelas,penghasilanya kurang lebih RP.250 ribu sampai RP.300 ribu itupun tergantung kondisi dan situasi cuaca.
Ibu Ari ini berjualan jamu cuma sendiri atau dikatakan tidak mempunyai karyawan,namun biasanya ditemenin suami dan anaknya,mulai berjualan dari jam 16.00 WIB sampai jam 20.00 WIB.
Warung Ibu Ariyati ini deket dengan Kampus ISI tepatnya di Pelemsewu RT.06 Panggungharjo,Sewon,Bantul,Yogyakarta. Jika kalian lewat jalan Pelemsewu mampir nyobain jamunya saja.
 
Atas.