• Perlu bantuan? Hubungi kami melalui whatsapp 0882006095376 atau email admin@wargajogja.com
  • Member baru wajib melakukan verifikasi email. Member yang belum aktivasi email dan non member tidak bisa posting gambar, video, maupun file.

Rumah Adat Jogja, Ciri Khas dan Fungsinya

1694481021311.jpeg

Setiap provinsi yang ada di Indonesia memiliki rumah adat dengan keunikan dan ciri khasnya yang membedakan satu dengan lainnya. Termasuk rumah adat Jogja juga memiliki ciri khasnya sendiri. Ciri khas tersebut juga yang menjadi keunikan dari masing – masing rumah adat.

Terkait rumah adat Jogja, provinsi yang selalu identik dengan budaya andap (kesopanan) ini memiliki beberapa jenis rumah adat. Setiap jenis rumah adat tersebut juga memiliki fungsi yang berbeda – beda. Apa sajakah rumah adat provinsi Jogja, bagaimana ciri khasnya dan apa fungsinya? Berikut informasinya untuk Anda pahami!

Rumah adat Panggangpe

Rumah adat Panggangpe terdiri dari beberapa jenis yaitu rumah adat Gedong setangkep, rumah adat Gedong sehrang, rumah adat Trajumas, rumah adat Barongan, rumah adat Cere gancet, dan rumah adat Empyak setangkep.
1694481054826.jpeg

Setiap jenisnya rata – rata memiliki ciri yang sama yakni berbentuk persegi atau persegi panjang sederhana. Rumah adat ini tidak memiliki pembagian ruang sehingga satu ruang luas akan digunakan untuk berbagai hal sekaligus mulai dari ruang tamu, ruang makan, tempat istirahat dan lainnya.

Rumah adat Joglo

Rumah adat Joglo merupakan rumah adat Jawa yang sangat populer. Rumah Joglo ukurannya besar dan identik terbuat dari bahan kayu. Rumah Joglo memiliki beberapa bagian di antaranya :
  • 4 tiang utama sebagai penyangga di bagian Tengah yang disebut sakaguru.​
  • Kerangka penguat dan penyiku bangunan yang disebut sunduk kili. Fungsinya agar bangunan tidak bergeser dari posisinya.​
  • Blandar yang dibuat melebar ke atas dan menjadi tempat diletakkannya kerangka.​
  • Koloran yang terletak di masing – masing sisi bangunan.​
Rumah Joglo biasanya terbagi ke dalam 3 bagian ruang yakni ruang pertemuan atau pendapa, ruang Tengah atau pringgitan, ruang bagian belakang atau dalem yang biasanya digunakan sebagai ruang keluarga atau tempat istirahat.

Rumah adat kampung

Rumah adat kampung merupakan rumah adat Jogja yang lebih sempurna dibandingkan rumah adat panggangpe. Rumah kampung terdiri dari tiang penyangga berjumlah 4, 6, 8 dan kelipatannya yang disebut sebagai soko.
1694481074050.jpeg

Biasanya rumah kampung memiliki beberapa bilik termasuk terdapat serambi atau emper. Serambi atau emper pada rumah kampung diletakkan pada satu sisi atau kedua sisi rumah, tergantung kebutuhan.

Kemudian pada bagian atap, rumah kampung memiliki bentuk yang kompleks seperti atap yang dibuat landai atau bertingkat.

Rumah limasan

Rumah limasan merupakan rumah adat dengan model mirip rumah kampung. Namun kalau dibandingkan dengan rumah kampung, rumah limasan ini memiliki pembagian ruang yang lebih kompleks karena terdiri atas ruang depan, ruang tengah, dan juga ruang belakang yang memiliki fungsi masing – masing.

Biasanya rumah limasan memiliki molo yang merupakan kerangka rumah dan terdapat di bagian atas dengan bentuk panjang lurus pada ujung atapnya. Molo diperumpamakan sebagai kepala manusia karena itu sebelum molo dipasang, tidak ada seorang pun yang boleh melewati atau melangkahinya.

Rumah adat bangsal Kencono Kraton

Rumah adat ini merupakan rumah adat khusus yang dibuat sebagai tempat tinggal raja. Konsepnya mirip dengan rumah Joglo namun memiliki ukuran yang lebih lebar, besar dan luas.

Arsitekturnya identik dengan perpaduan arsitektur bangunan khas China, Portugis, dan Belanda sekaligus. Namun unsur ciri khas Jawa masih ada di rumah adat ini. Ciri khas yang juga membedakannya dengan rumah Joglo adalah di bagian dinding serta tiang.
1694481096620.jpeg

Atap rumah bangsal Kencono Kraton didesain mirip rumah Joglo namun dengan ciri khas warna hitam keemasan yang memberikan kesan megah. Bangunannya ditopang 4 buah tiang di tengah yang identik dengan warna hitam dan hijau tua. Bahan lantainya eksklusif menggunakan marmer atau granit.

Rumah adat ini tidak bisa ditemui dengan mudah karena difungsikan sebagai tempat tinggal bangsawan. Itulah mengapa semua bahan yang digunakan mendesain rumah ini adalah bahan – bahan eksklusif yang mahal.

Itulah beberapa rumah adat Jogja beserta ciri khas dan fungsinya. Semoga informasi di atas menambah pengetahuan kita tentang Jogja selain soal wisatanya yang penuh nuansa budaya.​
 
Atas.