Ragam Bangsal di Keraton Jogja dan Fungsinya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Jogja
  • Mulai tanggal Mulai tanggal
Keraton Jogja yang memiliki nama asli Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, merupakan tempat tinggal sultan (dalam arti sebenarnya) beserta keluarga yang terdiri atas beberapa bangsal. Setidaknya ada sekitar 7 bangsal di Keraton Jogja yang kita perlu ketahui.

Namun sebelum membahas apa saja bangsal di Keraton Jogja, kita perlu membahas dulu tentang bangsal itu sendiri. Jadi apa itu bangsal? Bangsal merupakan bangunan dengan ruang luas di kompleks keraton yang masing – masing memiliki fungsi. Berikut kami akan berikan penjelasan lengkapnya!
1719269732539.jpeg

Bangsal di Keraton Jogja dan Fungsinya

1. Bangsal Pagelaran
Bangsal Pagelaran merupakan area bangunan utama dari keraton Jogja. Bangsal ini mulanya dibangun dengan 63 tiang bambu. Kemudian empat tiang di antaranya diganti dengan delapan pilar besar sebagai tanda bahwa adanya penyempurnaan terhadap bangsal pagelaran.

Penyempurnaan tersebut dilakukan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Sesuai namanya, bangsal ini sering difungsikan sebagai tempat untuk menyelenggarakan berbagai acara seperti upacara grebeg untuk menyambut hari besar Islam, dan acara penting lainnya.

Bangsal Pagelaran juga dijadikan sebagai tempat punggawa bertemu dengan sultan dalam seremonial atau upacara resmi. Kemudian pada tahun 1949 – 1970, bangsal ini juga pernah dijadikan sebagai gedung perkuliahan UGM.

2. Bangsal Siti Hinggil
Bangsal Siti Hinggil, dahulunya merupakan bangsal dengan atap anyaman bambu yang kemudian pada tahun 1926 disempurnakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Penyempurnaan tersebut ditandai dengan suryosengkolo dan condrosengkolo yang diletakkan di bagian atas pintu Bangsal.

Mengenai fungsinya, bangsal ini berfungsi sebagai tempat penobatan Sri Sultan Keraton Kasultanan Yogyakarta dan tempat Pisowanan Agung yang merupakan acara pertemuan rakyat dengan Sri Sultan diadakan.

Selain itu, di awal Indonesia merdeka, bangsal ini juga pernah digunakan sebagai tempat dilantiknya Ir. Soekarno sebagai presiden pertama Republik Indonesia.

3. Bangsal Witana
Bangsal Witana merupakan sebuah bangsal yang didirikan pertama kali pada tahun 1756 pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I. Bangsal Witana merupakan sebuah bangsal yang menjadi simbol awal dimulainya eksistensi putra mahkota yang dinobatkan sebagai seorang raja.

Mengenai fungsinya, Bangsal Witana ini merupakan sebuah bangsal yang digunakan untuk menempatkan berbagai macam atribut dan pusaka kerajaan. Pusaka Kiai Ageng Plered, Pusaka Kiai Bau, Pusaka Gadawahana, dan Pusaka Giai Gada Tapan, disimpan secara khusus di Bangsal Witana.

Di sini berbagai pusaka utama yang merupakan lambang legitimasi raja yang akan naik tahta bisa dilihat dan disimpan dengan sangat baik.

4. Bangsal Manguntur Tangkil
Bangsal Manguntur Tangkil merupakan sebuah bangsal yang terletak di dalam ruang Bangsal Siti Hinggil bagian selatan atau berada di sebelah utara dari Bangsal Witana.

Manguntur Tangkil yang merupakan nama bangsal ini berarti kawula yang menghadap raja di singgasana. Dalam bangsal, kita bisa melihat terdapatnya tempat raja untuk duduk di singgasana dan dari singgasana tersebut, sang raja dapat menyaksikan Alun – Alun, Jalan Pangurakan, Margamulya, Malioboro, Margautama, dan Tugu yang merupakan tempat dimana rakyat beraktivitas.

Bangsal Manguntur Tangkil berdiri sebagai representasi ajakan raja kepada rakyat agar berkenan untuk bersama – sama menghadap dan berserah diri pada Tuhan. Diharapkan, dengan bersatunya raja dan rakyat, maka segala angkara murka, nafsu yang jahat, hambatan, dan dinamika kehidupan akan lebih harmonis serta dapat dilalui dengan baik.

5. Bangsal Pancaniti
Bangsal Pancaniti merupakan bangunan utama yang terdapat di kompleks Kamandhungan Lor dan merupakan sebuah bangsal khusus yang tak dapat dimasuki oleh wisatawan atau pengunjung yang datang ke Keraton Jogja.

Karena merupakan sebuah bangsal khusus, karena itu terdapat pagar yang dibuat mengelilingi Bangsal Pancaniti sebagai tanda bahwa bangsal ini tidak dapat dimasuki masyarakat umum.

Bagian tratag timur dan sebelah barat dari Bangsal Pancaniti dipakai menempatkan gamelan khas yakni Gamelan Sekaten Kanjeng Kyai Gunturmadu dan Kanjeng Kyai Nagawilaga ketika gamelan tersebut dibunyikan pertama kalinya sebelum dibawa ke Pagongan Masjid Gedhe.

Pada 12 Maulud atau acara Maulid, diadakan upacara Grebeg Sekaten di Bangsal Panciniti ini. Ketika upacara tersebut dilangsungkan, Bangsal Panciniti berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan gunungan dan ubarampe hajat dalem sebelum nantinya akan dibawa menuju Masjid Gedhe.

6. Bangsal Srimanganti
Di sebelah selatan kompleks Kamandhungan terdapat bangsal lagi yang bernama Bangsal Srimanganti. Bangsal ini dihubungkan oleh Regol Srimanganti dan memiliki arsitektur Jawa yang khas lengkap dengan atap berbentuk joglo bertumpuk tiga.

Pada atap paling atas dan atap keduanya dibatasi dengan struktur lambang gantung. Bangsal Srimanganti dulunya berfungsi sebagai tempat persinggahan sultan ketika akan kembali ke Kedhaton. Di sini, sultan akan dihantarkan minuman untuk dinikmati seusai perjalanannya, lalu dijemput permaisuri beserta putra – putra sultan.

Lalu saat ini, Bangsal Srimanganti beralih fungsi dijadikan sebagai tempat untuk pertunjukan dan pementasan kesenian budaya Keraton Jogja. Sekaligus bangsal ini dijadikan sebagai tempat sultan menjamu para tamu yang datang.

7. Bangsal Kencana
Bangsal Kencana merupakan sebuah bangsal yang dibangun Sultan Hamengku Buwono I dan mendapat nama lain yakni Bangsal Alus.

Di sini, Sultan bertahta menghadap arah timur yang merupakan tempat dimana matahari terbit. Hal tersebut melambangkan kekuasaan Sultan yang perkasa, mencerahkan, dan menghangatkan bumi selayaknya matahari pagi.

Kini, Bangsal Kencana difungsikan sebagai tempat untuk menyambut para tamu agung yang datang ke Keraton, menyelenggarakan upacara pernikahan dan acara khitanan, menyelenggarakan pementasan wayang orang dan tarian khas. Selain itu, Bangsal Kencana juga dipakai pada hari raya idul fitri oleh para abdi dalem, pejabat, dan kerabat ketika menghaturkan sembah dan permohonan maaf (halal bihalal) kepada sultan.

Itulah daftar 7 bangsal di Keraton Jogja beserta fungsinya yang perlu kita ketahui. Semoga informasi yang kami bagikan di atas menambah informasi, wawasan, dan pengetahuan khususnya terkait Keraton Jogja yang menjadi keraton kebanggaannya warga Jogja.
 
Back
Atas.