Penambangan pasir di Kulonprogo sudah menyebabkan air tanah turun 7 meter

Akibat adanya penambangan yg dilakukan oleh KUBE SIDO MAJU di dusun Jati, Banaran, Galur, Kulonprogo saat ini air tanah telah turun hingga 7 meter.

Indro Purnomo, tokoh masyarakat berasal dari dusun Jati mengatakan dgn adanya penambangan pasir memakai alat berat yg dilakukan oleh KUBE SIDO MAJU selama kurang lebih 2 thn belakangan sudah membuat sumur-sumur penduduk mengalami pendangkalan.

Indro menyatakan bila pasir yg ada di Kali Progo berfungsi sbg penadah air tanah, apabila pasir tersebut secara terus-menerus digali maka mata air dapat kering dan tanaman di seputar Kali Progo juga akan kering.

Kami minta supaya pemangku jabatan untuk meninjau izin yg sudah dikeluarkan. Kita lihat di lapangan sudah banyak terjadi kekeringan. Tanaman pinggir Kali Progo mengering, air tanah telah turun. Sudah merdeka 74 thn tapi mengapa kita masih merasa dijajah," menurutnya.
Tambang Pasir Tlken.jpg

Indro menyebut, pada awal mulanya penduduk sudah mencoba mendatangi dinas ESDM dan balai besar wilayah sungai Serayu Opak (BBWSSO) namun tetap tak memperoleh jawaban.

Saya bersama penduduk disini menyampaikan keluhan untuk DPRD. Daerah kami telah dirugikan dgn datangnya PT dari luar yg mengambil pasir di Kali Progo dgn memakai alat berat. Kami minta ijin untuk ditinjau ulang izin yg sudah diberikan, itu bakal merusak lingkungan, ungkapnya.

Sementara itu, Chang Wendrianto, dari komisi C DPRD DIY menyampaikan akan mempertimbangkan pencabutan ijin penambangan yg sebelumnya diberikan pada KUBE SIDO MAJU dgn No. surat545/1815/KP2TSP/2017.

Akan kami pertimbangkan terkait pertambangan. Kami pun tak sepakat tambang dengan alat berat, baik alat excavator ataupun yg disedot. Kami harapkan jangan sampai terjadi lagi. Apabila nanti terjadi lagi maka dapat difoto dan sampaikan kepada kami, kami bakal menindak. Biarlah sungai alami dan apa adanya. Masyarakat dapat menjadikannya sebagai mata pencaharian," terangnya.
 
Terakhir diedit oleh moderator:
Back
Atas.