Gejala Hamil Anggur Dan Faktor Resikonya

Hamil anggur merupakan kondisi sel telur yang sudah dibuahi tetapi plasenta tidak berkembang secara normal. Hal semacam inilah yang mengakibatkan sel-sel abnormal tersebut mampu membentuk sekumpulan kista. Sebaiknya jika wanita mengalami masalah kesehatan hamil anggur agar segera mendapatkan penanganan guna menghindari risiko komplikasi trofoblastik gestasional.

Keadaan hamil anggur memang memiliki kemiripan yang mengindikasi dengan kehamilan biasa, sehingga lebih cenderung tidak disadari oleh pengidap. Umumnya penyebab hamil anggur adalah kromosom yang dibawa oleh sel telur. Ada berbagai risiko yang meningkatkan terjadinya hamil anggur, termasuk riwayat keluarga dengan hamil anggur. Berikut ini gejala hamil anggul dan faktor risikonya yang bisa terjadi selama kehamilan.
1719560539539.webp

Kenali Gejala dan Faktor Risiko Hamil Anggur

1. Pendarahan
Pada umumnya hamil anggur seringkali disertai dengan pendarahan terutama di awal kehamilan berlangsung, seperti munculnya flek bercak darah saat hamil muda. Sebenarnya pendarahan ditandai dengan flek coklat dan kemudian baru keluar darah. Terjadinya pendarahan tersebut dikarenakan oleh pertumbuhan jaringan mola yang sangat cepat dan terindikasi janin tidak berkembang.

2. Mual dan Muntah Parah
Ibu hamil anggur kerap mengalami mual dan muntah yang sangat parah dan disertai gejala seperi demam, menggigil, dan kekurangan nutrisi. Meskipun demikian gejala tersebut seringkali dianggap tanda kehamilan yang wajar. Namun setidaknya ibu hamil mencari tahu kebenarannya melalui pemeriksaan USG oleh pihak medis.

3. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi memang wajar bagi ibu hamil tapi perhatikan jika terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas. Biasanya hipertensi dalam kehamilan akan terjadi pada awal hingga pertengahan antara minggu ke 2 hingga ke 12 kehamilan. Ibu hamil yang pernah mengalami tekanan darah tinggi atau sudah memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi maka bisa menunjukkan gejala hamil anggur.

4. Perut Bengkak
Perut bengkak dan sangat parah akan dialami oleh ibu hamil anggur. Pasalnya tekanan pada rahim akibat kandungan janin semakin membesar. Pertumbuhan sel mola yang lebih besar mampu membuat penampakan perut lebih besar dibandingkan pada ibu hamil yang baru masuk trimester pertama. Biasanya hal inilah yang menjadi penyebab dada sesak pada saat hamil.

Faktor Risiko Hamil Anggur

1. Faktor golongan darah seperti darah A bertemu dengan darah AB atau darah B bertemu dengan darah O.

2. Ibu hamil yang berusia 40 tahun ke atas atau 20 tahun ke bawah.

3. Wanita yang sudah memiliki anak lebih dari 3.

4. Pernah mengalami hamil anggir pada waktu sebelumnya, sehingga disarakan untuk tidak hamil lagi atau hamil setelah sembuh dengan sesuai rujukan dokter.

5. Memiliki riwayat keguguran.

6. Ada anggota keluarga yang mempunyai risiko hamil anggur.

Pengamatan dan pemeriksaan hamil anggur harus dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Deteksi dengan pemeriksaan kadar HCG lewat pengambilan sampel darah perlu dilakikan. Namun setelah melalui USG maka pengamatan tingkat HCG yang tinggi bisa membuat diagnosis hamil anggur lebih kuat.
 
Back
Atas.