• Hubungi kami, klik

Berawal Dari Usaha Gorengan, Melewati Pandemi Hingga Dikenal Sampai Ke Negara Tetangga

WhatsApp Image 2021-12-01 at 11.48.21.jpeg


Berbagai macam usaha UMKM yang digeluti oleh para pedagang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini pun beragam sesuai dengan kemampuan seseorang dalam mengembangkan karir yang dimilikinya lewat usaha ekonomi yang mereka bangun mulai dari nol. Karena dalam mengembangkan sebuah bisnis tidak semudah berbicara tanpa adanya usaha.

Salah satu UMKM yang ada yaitu Warung Gorengan Bapak Sartana. Warung Gorengan Bapak Sartana merupakan usaha yang menjual berbagai jenis gorengan yang menjadi makanan camilan pada saat waktu senggang. Nama pemilik warungnya adalah Sartana.

Warung Gorengan Bapak Sartana menyediakan berbagai macam gorengan mulai dari tahu goreng, molen goreng, pisang goreng, hingga yang paling dicari oleh para pembeli adalah keripik tempenya yang gurih yang bahkan sudah dicicip dan sampai di negara tetangga yaitu Malaysia.

Menurut pemiliknya, Sartana, memulai usaha membuka warung gorengan sejak tahun 1992 hingga sukses seperti sekarang. Mulai dari berjualan gorengan dengan hanya menggunakan media gerobak hingga sekarang memiliki warung sendiri dan salah satu gorengannya bahkan dikenal sampai ke negara tetangga merupakan proses yang panjang dan penuh lika-liku dalam perjuangannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, Warung Gorengan Bapak Sartana terus berkembang. Yang mulanya hanya menjual tahu goreng, molen goreng, pisang goreng, dan keripik tempe kini bertambah menu yang lain yang dijual oleh Bapak Sartana sehingga beragam makanan yang dijual.

Pada belakangan ini juga sudah banyak warung-warung yang sama dengan warung tersebut, karena mengetahui banyak peminat atau pembeli dari warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-harinya.

Meskipun demikian, Warung Gorengan Bapak Sartana tidak sepi pelanggan melainkan semakin bertambah pelanggan yang datang untuk mencari dan mencicipi gorengannya. Saking banyaknya pelanggan yang datang bahkan ada yang menjadi pelanggan tetap dan ada juga yang dijadikan oleh-oleh untuk dibawa keluar kota. Yang paling sering dijadikan oleh-oleh disini adalah keripik tempenya.

“Keripik Tempe kami memiliki cita rasa yang khas dan tidak dimiliki oleh pedagang lain. Karena itu menu ini menjadi menu favorit bagi pelanggan yang datang dan bahkan salah satu pelanggan tetapnya sudah membawa Keripik Tempe ini ke Negara Malaysia untuk dijadikan oleh-oleh dan makanan pendamping bagi orang yang bekerja disana” ujar Sartana.

Namun, sejak adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia atau bahkan bisa dikatakan diseluruh dunia ini, sang pemilik mengatakan bahwa pendapatan yang ia peroleh menurun drastis karena dampak yang diakibatkan Covid-19 terhadap daya beli masyarakat yang mengakibatkan masalah krisis ekonomi.

“ Sangat terdampak, bahkan sekarang ini mencapai 50 persen. Karena orang tidak boleh kemana-mana, penjualan dari hasil (omset) menurun drastis sehingga hasil pun pas-pasan untuk menggaji karyawan. Namun, alhamdulillah kami masih bisa menggaji karyawan walaupun di masa pandemi.” Ujar Sartana.

Kemungkian sebagian besar tidak hanya Warung Gorengan Bapak Sartana saja yang terkena dampak dari pandemi ini, tetapi usaha-usaha dibidang yang lain pun terkena dampak pula. Hal ini merupakan masalah yang serius bagi para pedagang UMKM karena hasil yang mereka dapatkan itulah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga.

Pemerintah diharapkan dapat segera mengatasi terkait masalah yang disebabkan oleh pandemi covid-19 ini selain dengan menerapkan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ) dan menggunakan masker ketika akan bepergian keluar rumah. Karena hal tersebut hanya sebatas pencegahan wabah untuk melindungi imun tubuh, belum termasuk kedalam sebagian yang dapat dilakukan untuk membantu perekonomian masyarakat.

Dimasa pandemi saat ini, meskipun sulit dalam memulai sebuah bisnis, bahkan bagi pemula sekalipun harus tetap optimis dan percaya diri. Karena dalam memulai suatu usaha perlu perencanaan yang sudah matang agar kita dapat memulai suatu bisnis yang akan kita geluti.

“ Jikalau ingin memulai berdagang, motivasi yang paling ampuh adalah pantang menyerah, kerja keras, apapun yang dialami baik itu untung ataupun rugi harus tetap berjualan. Jangan sampai berjualan itu stop, karena berjualan-stop yang berulang itu akan mempengaruhi perdagangan” ujar Sartana.

Tetap patuhi protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah agar terhindar dari virus Corona (Covid-19) baik ketika kita ingin bepergian ataupun dalam menjalankan usaha.
 
Atas.