Aplikasi Cek Aksesibilitas Mahasiswa UGM, Aplikasi Apakah Itu?

Muhammad Faqih Husaen, seorang mahasiswa UGM, mengembangkan sebuah inovasi teknologi yang diberi nama Accessive.id. Accessive.id ini sejatinya merupakan karya aplikasi cek aksesibilitas mahasiswa UGM yang menyediakan informasi aksesibilitas suatu tempat untuk penyandang difabel.
1715611955442.jpeg

sumber : ugm.ac.id
Aplikasi Accessive.id ini diperkenalkan pada 30 Januari 2023 yang lahir dari pengalaman Faqih sendiri dan juga almarhum kakaknya yang merupakan penyandang difabel. Karena itu Accessive.id akhirnya ada. Adapun informasi selengkapnya tentang Accessive.id bisa kalian simak dalam penjelasan berikut!

Aplikasi Cek Aksesibilitas Mahasiswa UGM Accessive.id

Muhammad Faqih Husaen, mahasiswa ilmu komputer FMIPA UGM angkatan tahun 2019 ini mengembangkan Accessive.id selama beberapa tahun terhitung sejak tahun 2020.

Pengembangan tersebut mendapat dukungan cukup banyak pihak termasuk didanai oleh program 1000 Startup Digital Kemenkominfo. Bahkan, aplikasi ini berhasil mewakili Indonesia untuk berkompetisi pada ajang International Intellectual Property atau IPITEX yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada 1 – 7 Februari 2023 lalu.
1715611972719.jpeg

Muhammad Faqih Husaen tidak merancang aplikasi tersebut sendiri. Ia bekerja bersama dengan dua rekan lainnya yaitu Bima Indra Permana (mahasiswa jurusan Magister Manajemen UGM) dan juga Gaksa Gantara (alumni SV UGM) dalam melakukan pengembangan aplikasi cek aksesibilitas tersebut.

Disebutkan oleh Faqih, aplikasi tersebut akan terus dikembangkan dirinya dan dua rekan lainnya. Ia juga mengatakan bahwa saat ini, aplikasi berada pada tahap beta testing. Akan tetapi meski begitu, masyarakat sudah mulai dapat mengakses aplikasi tersebut secara gratis di Google Play Store.

Accessive.id sebagai sebuah aplikasi ramah bagi penyandang disabilitas hadir dengan empat fitur utama yaitu :

Fitur pencarian tempat


Melalui fitur ini, penyandang disabilitas dapat mencari tempat – tempat yang layak dikunjungi dan pastinya sudah ramah dengan disabilitas. Tempat tersebut menyediakan fasilitas – fasilitas yang dibutuhkan oleh disabilitas.

Melalui fitur ini, pengguna dapat melakukan penelusuran terhadap beragam tempat yang ramah disabilitas lewat maps atau pun list yang dicantumkan.

Untuk saat ini, setidaknya sudah ada sekitar 80 macam informasi tempat di ruang lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta yang dicantumkan dalam aplikasi mulai dari kampus, tempat makan, hotel, stasiun, tempat ibadah, dan lainnya. Tentu saja, nantinya informasi dan daftar tempat dalam aplikasi akan terus dikembangkan dan ditambah untuk perbaruan aplikasi.

Fitur detail aksesibilitas

Lewat fitur ini, penyandang disabilitas yang menggunakan aplikasi accessive.id dapat menemukan berbagai informasi yang tersedia di suatu tempat secara kompleks dan detail mulai dari fasilitas ram, deskripsi audio, dan berbagai fasilitas penting lain untuk penyandang disabilitas dari berbagai usia.

Baik disabilitas fisik, mental, dan bahkan lansia, semuanya akan terbantu dengan adanya aplikasi ini karena tujuan awal aplikasi ini ada memang untuk membantu para penyandang disabilitas.

Fitur ulasan

Fitur ulasan merupakan sebuah fitur yang menjadi tempat bagi para pengguna aplikasi untuk berbagi beragam informasi dan sekaligus pengalaman atas tempat – tempat yang telah dikunjungi.

Di sana, pengguna juga bisa saling memberikan tanggapan terkait suatu tempat yang terdapat dalam list atau daftar sehingga bisa menjadi rekomendasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk menentukan layak ke tempat tersebut atau tidak.

Fitur open collaborative platform

Open collaborative platform merupakan sebuah fitur yang dihadirkan oleh pengembang untuk pengguna aplikasi yang ingin membantu menambahkan berbagai informasi dan list tempat – tempat lain yang ramah disabilitas tetapi masih belum ada pada daftar list di pencarian.

Dengan begitu, semua pihak dapat berkolaborasi untuk mengembangkan aplikasi ramah disabilitas ini. Lewat accessive.id diharapkan tak ada lagi penyandang disabilitas yang merasa tidak nyaman ketika bepergian. Diharapkan juga pengelola tempat wisata, resort, resto, café, dan lainnya juga memperhatikan kenyamanan penyandang disabilitas dalam pengelolaan usaha dan ruang publik yang mereka kelola.
 
Back
Atas.