4 Alasan Tidak Melibatkan Keluarga Ketika Bertengkar Dengan Pasangan

Setiap pasangan pastinya menginginkan agar hubungannya bisa terus langgeng dan juga selalu harmonis, namun demikian hal tersebut sangatlah sulit terwujud karena setiap pasangan pastinya akan menghadapi berbagai macam rintangan selama menjalani sebuah hubungan. Tidak hanya itu saja, setiap hubungan pastinya juga akan diwarnai dengan berbagai macam konflik yang mana hal tersebut tentu saja tidak jarang akan bisa memicu terjadinya pertengkaran di antara kedua belah pihak. Ketika terjadi cekcok dengan pasangan, mengontrol emosi adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Saat emosi sedang meluap-luap, tak jarang terjadi hal-hal diluar kendal seperti anda akan membawa nama keluarga ketika bertengkar. Hal tersebut tentunya merupakan sebuah kesalahan besar ketika terjadi. anda dapat segera menghentikannya sesegera mungkin.

Membawa nama keluarga ketika bertengkar dengan pasangan merupakan hal yang terlalu gegabah, karena akan berdampak sangat buruk bagi hubungan anda dengan pasangan. Hal tersebut akan sangat berdampak negatif bagi anda dan pasangan anda. Anda dapat mencegahnya dengan memberi tahu pasangan anda soal batasan hal tersebut. Ada sejumlah alasan mengapa anda dan pasangan anda tidak boleh melibatkan nama keluarga ketika bertengkar.
1707435785912.jpeg

Perlu Anda ketahui sebelumnya bahwa pertengkaran atau konflik yang terjadi di antara pasangan merupakan hal yang sangat lumrah terjadi, bahkan adanya konflik tersebut justru akan membuat hubungan asmara menjadi berwarna di mana konflik bisa dianggap sebagai suatu bumbu yang akan membuat hubungan menjadi semakin sedap. Meskipun demikian, pertengkaran tetap harus diatasi dengan kepala dingin dan sebisa mungkin tidak melibatkan keluarga dari kedua belah pihak. Berikut ini akan kami ulas 4 alasan tidak melibatkan keluarga ketika bertengkar dengan pasangan.

Alasan Tidak Boleh Melibatkan Keluarga Ketika Bertengkar


1. Menjadi Kesempatan Untuk Mendewasakan Diri

Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa Anda tidak perlu melibatkan keluarga ketika sedang bertengkar dengan pasangan adalah karena hal ini merupakan sebuah kesempatan untuk mendewasakan diri. Ya, pada saat Anda sedang dihadapkan pada suatu masalah yang mengakibatkan konflik dengan pasangan, maka di saat itu pula Anda dan pasangan sedang diuji untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin sehingga Anda dan pasangan menjadi lebih dewasa.

2. Menghindari Kemungkinan Adu Domba

Hal kedua yang juga bisa menjadi alasan mengapa Anda tak perlu melibatkan keluarga saat sedang berkonflik dengan pasangan adalah untuk menghindari terjadinya adu domba. Bukan berpikiran negatif, tetapi Anda juga harus berjaga-jaga akan kemungkinan adu domba yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Apabila hal ini sampai terjadi, maka tentu saja justru akan bisa memperparah konflik yang Anda alami, bahkan bisa saja berakibat pada perceraian.

3. Takut Membebani Keluarga

Alasan ketiga yang membuat Anda tidak perlu melibatkan keluarga dalam konflik yang sedang terjadi dengan pasangan adalah karena takut membebani keluarga. Seperti yang Anda ketahui bahwa setiap orang tentu saja memiliki masalahnya masing-masing di mana jika Anda melibatkan keluarga dalam konflik yang terjadi dengan pasangan, bisa saja hal tersebut malah justru akan menambah beban bagi pihak keluarga sehingga membuat keluarga atau orang tua Anda justru menjadi stres.

4. Menghindari Sikap Saling Menyalahkan

Hal lainnya yang juga menjadi alasan mengapa Anda tidak perlu melibatkan keluarga dalam konflik yang sedang Anda hadapi dengan pasangan yakni untuk menghindari sikap saling menyalahkan. Seperti yang Anda tahu bahwa setiap pihak pastilah akan melakukan pembelaan diri dan menyalahkan pihak yang lain serta mengadu kepada keluarganya sehingga dikhawatirkan justru akan terjadi saling lempar kesalahan di antara kedua belah pihak.

Konflik merupakan hal yang biasa terjadi dalam sebuah hubungan, namun sebaiknya Anda tidak perlu melibatkan keluarga jika sedang konflik dengan pasangan. Semoga bermanfaat.​
 
Back
Atas.